Palestine Blogs - The Gazette
INDONESIAN BLOGGER CONDEMN ISRAELMESSAGES

by wdcreezz.com

Name

Email/URL

Message

resources
infopalestina for latest news.
Gallery of Palestine.
stop us military aid to israel
Tafsir ibnu katsir in english
Terjemah Quran Indonesia
Islamic Finder
blogger for engine.

Thursday, February 23

Supporting HAMAS


Saudaraku..
kita tau apa yang terjadi di palestina

kita tau apa yang terjadi dengan alquds

kita tau apa yang terjadi dengan saudara kita disana..

disiksa , dibantai dan dimusnahkan..

akankah kita terdiam


Saudaraku..
palestina memasuki era baru...

era perubahan menuju kemenangan

era penjajahan menuju kemerdekaan

kemerdekaan bangsa palestina.


Hamas
tongkat estafet telah dipegang

kekuatan menghancurkan penjajah sudah ditangan

entah besok ato lusa yahudi binasa


Saudaraku
Sambutlah seruan ALLAH

Seruan pembebasan palestina

Seruan pembebasan AlQuds


Wahai bangsa palestina
wahai saudara kami seiman
wahai saudara kami HAMAS

We are support to you
We are behind you
with all my life
yesterday, now and forever

Yes, We 're supporting HAMAS

see also : http://www.eramuslim.com/i.php/brt/view/0212.htm

Wednesday, February 22

Kemana dia

kemana lelaki itu...
yang mengerti betul makna kelelakiannya,

kemana lelaki itu...
yang mengerti betul arti kehidupannya,

kemana lelaki itu...
yang kini dirindu bumiku Palestina.

by catur

Monday, February 6

Future

SELAMAT UNTUK HAMAS

Monday, August 22

RINDU ITU PUN TERTEBUS

Ada seorang pemuda gagah yang turut berjihad bersama pasukan Islam. Selama perjalanan, pemuda itu tetap berpuasa di siang hari dan tak lepas dari sholat di malam hari. Bahkan dia juga melayani kebutuhan pasukan dan ikut berjaga-jaga bila semua tidur. Hangga sampailah pasukan itu sampai di perbatasan Romawi.

Menjelang pertempuran, pasukan Islam beristirahat di suatu tempat. Karena lelah pemuda itu jatuh tertidur. Namun tiba-tiba ia terjaga dan berseru lirih, "Ah, alangkah rindunya aku pada Ainul Mardhiyah". Orang-orang yang mendengarnya terheran-heran dan mengira pemuda itu mengingau.
"Siapakah Ainul Mardhiyah itu ?" tanya Abdul Wahid, seorang ulama pejuang, yang mengenal pemuda itu.

Pemuda itu kemudian bertutur : Saya tertidur dan bermimpi bertemu seseorang. Orang itu berkata, "Pergilah kepada Ainul Mardhiyah". Lalu saya dibawa kesebuah taman yang dikelilingi sungai. Di tepi sunga itu banyak gadis-gadis yang lengkap perhiasannya. Dan ketika melihatku, tiba-tiba mereka berkata, "Itulah suami Ainul Mardhiyah".

Saya memberi salam dan bertanya, "Adakah di antara kalian bernama Ainul Mardhiyah ?".
Kami hanya pelayan-pelayannya. Kalau Tuan ingin bertemu, silakan jalan terus menyusuri sungai ini".
Akhirnya aku menyusuri sungai. Ternyata itu adalah sungai susu yang tidak berubah rasa dan warnanya. Hingga sampailah aku di tempat yang banyak berkerumun gadis-gadis cantik dan lengkap perhiasannya. " Inilah suami Ainul Mardhiyah", kata gadis-gadis itu berbisik-bisik.

Tapi ketika aku bertanya yang mana Ainul Mardhiyah, aku mendapat jawaban yang sama. Kali ini yang kutelusuri adalah sungai madu sampai ketemui lagi kerumunan gadis-gadis. Mereka ternyata lebih cantik hingga dapat melupakan kecantikan gadis-gadis sebelumnya. Lalu aku ditunjukkan sebuah kemah yang tersusun dari permata yang indah. Aku pun segera ke sana.

Sungguh aku terkagum-kagum menyaksikan kecantikan gadis yang ada di kemah itu. Aku menyangka inilah Ainul Mardhiyah. Aku merasa sudah cukup puas bila gadis itu yang menjadi pendampingku. Tapi lagi-lagi dugaanku salah. Gadis itu malah memanggil seseorang yang ada di dalam kamar,
" Hai Ainul Mardhiyah, inilah suamimu telah datang".

Bergegas aku masuk ke kamar itu. Kulihat seorang gadis sedang duduk di atas tempat tidur emas, yang bertaburkan permata, berlian, dan yaqut. Aku hampir-hampir tidak dapat menahan diri.
"Marhaban wahai kekasihku, sudah hampir tiba kedatanganmu", kata gadis itu dengan senyum paling manis dan keteduhan matanya yang belum pernah kulihat. Sungguh, ingin sekali aku memeluknya.
"Sabar dulu, engkau belum sah menjadi suamiku. Sebab engkau masih hidup", kata Ainul Mardhiyah." Tetapi insya Allah, engkau akan berbuka di sini".

Usai menceritakan mimpinya, pemuda itu berlari menyongsong musuh. Sembilan orang tentara Romawi di ujung pedangnya. Pada hitungan kesepuluh, dia tersenyum sepenuh bibirnya ketika syahid menjemputnya. Rindu itu pun tertebus.
Oase, Sabili no. 15, 10 Februari 1999

ABOUT
Eko Adi Prasetyo, Muslim, Jakarta
email: ekoadip[at]yahoo.com
YM : eko_adi_prasetyo

QUOTES
"Jika aku dipenjara, aku boleh beruzlah dan beribadah. Jika aku dibuang ke luar negeri, aku boleh melancong percuma dan jika aku dibunuh, maka aku dapat bertemu Tuhanku sebagai seorang syuhada" - (Sheikh Abdul Qadir Audah)

LISTEN QUR'AN

LATEST PALESTINE INFO

This webpage uses Javascript to display some content.

Please enable Javascript in your browser and reload this page.